Saya sering dilarang oleh orang tua karena seringnya minum susu setelah beberapa menit minum obat, obatnya pun bermacam-macam tergantung sakitnya pada saat itu, larangan orang tua saya bukan semata-mata tidak berlandaskan, justru dianjurkan oleh dokter ( alasan orang tua saya) akhirnya saya tanya temen saya kebetulan Dokter spesialis bedah, ternyata berbeda dengan anjuran orang tua saya, justu dokter temen saya ini bilang " Boleh kok "Jahhh.. tambah bingung aja nihh, mana yang bener...maklum lah beda dokter beda pendapat beda kampus mungkin beda pelajarannya kali yahh...sama kaya MUI suka memberikan suatu Fatwa tanpa penjelasan haram atau halalnya, dari pada bingung kita tanya yang lain, tapi yang ini bukan temen melainkan paman... Yup bener sekali PAMAN GOOGLE, dari beberapa sumber menyatakan Tidak semuanya benar pernyataan Larangan minum obat Antibiotik campur Susu, jadi tergantung dari jenis obatnya berikut petikannya " Hanya sebanyak 15% dari antibiotik oral (pil) yang akan bermasalah jika di minum bersama dengan susu. Termasuk di antaranya ialah Tetrazykline (seperti Doxycyclin dan Minocyclin) dan beberapa Fluorchinolone (terutama Ciprofloxacin dan Norfloxacin). Antibiotik jenis ini akan membentuk semacam gumpalan bundar apabila bercampur dengan kalsium ion yang terdapat dalam susu. Ukuran gumpalan ini akan telalu besar untuk melewati dinding usus.
Dinding usus
Akibatnya antibiotik bukannya masuk ke dalam peredaran darah, tetapi akan dicerna oleh usus, sehingga efek pengobatannya menjadi tidak ada!!!
Untuk menghindari efek tersebut, mengkonsumsi susu dapat dilakukan sekurangnya 2 jam sesudah meminum obat.
Kebanyakan antibiotika yang umumnya digunakan untuk mengobati infeksi pada saluran pernafaan dan pada saluran air seni tidak bermasalah jika diminum dengan susu.
Karena sulitnya bagi orang biasa ( bukan dokter) untuk membedakan antibiotik mana yang bermasalah mana yang tidak bila diminum dengan susu, untuk menghindari efek tersebut maka keluarlah "larangan" semacam ini !
Akibatnya antibiotik bukannya masuk ke dalam peredaran darah, tetapi akan dicerna oleh usus, sehingga efek pengobatannya menjadi tidak ada!!!
Untuk menghindari efek tersebut, mengkonsumsi susu dapat dilakukan sekurangnya 2 jam sesudah meminum obat.
Kebanyakan antibiotika yang umumnya digunakan untuk mengobati infeksi pada saluran pernafaan dan pada saluran air seni tidak bermasalah jika diminum dengan susu.
Karena sulitnya bagi orang biasa ( bukan dokter) untuk membedakan antibiotik mana yang bermasalah mana yang tidak bila diminum dengan susu, untuk menghindari efek tersebut maka keluarlah "larangan" semacam ini !
Bagaimana dengan jus, kopi atau teh?
Sama dengan susu, jus, kopi dan teh masing-masing mengandung zat-zat seperti vitamin C, kafein dan tannin yang mungkin saja bereaksi dengan obat yang kita minum. Sementara itu, air putih netral, tidak mengandung apa-apa yang bisa bereaksi dengan obat.
Air putih akan melarutkan obat dalam lambung sehingga lebih mudah diserap. Lebih baik lagi kalau airnya hangat, proses pelarutan akan lebih cepat. Obat yang ditelan begitu saja tanpa air putih bisa menempel di suatu tempat tertentu di lambung dan menyebabkan iritasi lambung juga. Oleh karena itu, lebih baik obat diminum bersama air putih. Minuman lain seperti kopi, sebaiknya diminum satu jam setelahnya, ketika sudah tidak ada lagi sisa obat di lambung.
Oleh Silvia Iskanda mmm..skng udah tau kan ??? bagaimana menurut anda ?
Air putih akan melarutkan obat dalam lambung sehingga lebih mudah diserap. Lebih baik lagi kalau airnya hangat, proses pelarutan akan lebih cepat. Obat yang ditelan begitu saja tanpa air putih bisa menempel di suatu tempat tertentu di lambung dan menyebabkan iritasi lambung juga. Oleh karena itu, lebih baik obat diminum bersama air putih. Minuman lain seperti kopi, sebaiknya diminum satu jam setelahnya, ketika sudah tidak ada lagi sisa obat di lambung.
Oleh Silvia Iskanda mmm..skng udah tau kan ??? bagaimana menurut anda ?
i like it ,,,
BalasHapus