Rabu, 17 Juni 2009

on 1 comment

Natura Sound Therapy v3.0 Obat stres

"Stres” merupakan suatu istilah yang sangat sering kita dengar diucapkan oleh banyak orang bahkan kita sendiri mungkin sering mengucapkannya. Kata ”stres” umumnya digunakan agar orang lain ”memaklumi” keadaan kita sehingga kita bisa mendapat suatu ”dispensasi” dari orang lain ! Berdasarkan keadaan tersebut maka ”stres” mengandung suatu pengertian yang ”negative” sehingga perlu kita ”usir” dari hidup kita ! Tujuannya adalah : agar hidup kita lebih ”produktif” dan lebih berguna bagi orang lain. Banyak obat untuk stress salah satunya dengan istirahat yang cukup dan berlibur, tapi kalau temen-temen tidak mempunyai waktu untuk berlibur kenapa tidak mencoba software yang satu ini
Natura Sound Therapy v3.0 Software ini merupakan software yang berfungsi untuk mengalirkan frekuensi gelombang positif ke dalam otak kita, sehingga dapat menenangkan pikiran.

Terdapat suara2 alami alam maupun hewan, seperti ombak, hujan, jangkrik, dan lain-lain. Natura Sound Therapy 3.0 juga menyediakan penyetingan frekuensi gelombang-gelombang suara yang ada pada otak manusia.

Untuk Brainware Synchronizernya harus pake headphone kalo mau ada efek. Sangat disarankan pake headset yang berkualitas bagus agar mendapat hasil yang maksimal. Cocok buat orang yang sering stress.
Di dalam Natura juga terdapat setting factory, setting yang telah ditentukan sesuai dengan keadaan yang kita inginkan

Kamis, 04 Juni 2009

on 1 comment

Penyebab Perut Buncit

Banyak orang merasa tidak pede dengan perutnya yang buncit, perut gendut kini menjadi masalah banyak orang, Perut buncit atau gendut bukan lagi dominasi para bos besar ataupun orang cacingan,atau orang yang suka koruptor, Dulu anggapan banyak orang, setiap orang yang perutnya buncit kalo bukan cacingan ya bos besar, tapi sekarang anggapan itu sudah tidak berlaku lagi, saya yang kere ini,mulai merasa risih dengan perut yang buncit untung saya agak ganteng jadi walau buncit tetap terlihat tampan wakakakkk (Pede bgt yahh), kenapa bisa buncit padahal saya rajin olahraga, kenapa buncit padahal saya makannya sedikit kok, akhirnya saya coba menanyakan kebeberapa temen yang kebetulan dokter spesialis penyakit dalam
penyebab perut gendut atau perut buncit sudah pasti adalah lemak yang menumpuk pada perut, beberapa faktor yang menyebabkan lemak menumpuk dan terkonsentrasi pada perut antara lain, suka makan di larut malam, suka minum-minuman yang dingin, suka tidur setelah makan, jarang olah raga, dan satu lagi cacinganMengatasi perut buncit atau perut gendutbanyak cara mengatasi perut buncit, dianataranya melakukan pembakaran lemak, bisa dengan berolah raga ataupun dengan cara lainnya. Perut hanya bisa ramping/ideal kalau prosentase lemak tubuh (body fat) anda di bawah 15% dan akan jauh lebih ideal jika bisa masuk kisaran 10%, pada kisaran ini biasanya perut sudah terbentuk six pack. sebelum melakukan pembakaran lemak, baiknya kita mengurangi konsumsi makanan yang banyak mengandung lemak, banyak makan buah, sayur dan diet yang benar, selanjutnya jika kita sudah terlanjur buncit, bisa di lakukan pembakaran lemak dengan olah raga antara lain jogging, skipping, basket, badminton, squash, dll yang bersifat aerobik.

Latihan pergerakan otot perut yang selama ini di anggap ampuh dalam mengecilkan perut gendut ternyata tidak banyak terbukti, sit up dan sejenisnya hanya berfungsi mengencangkan otot perut, bukan mengecilkan perut gendut, otot perut memang akan lebih kencang, tapi tidak mengecilkan perut, hanya lebih kencang tapi tetap gendut alias buncit. Olah raga yang cocok untuk mengecilkan perut hanyalah olah raga kardio, setelah lemak berkurang barulah pengencangan perut di lakukan dengan cara olah raga sit up.

Selamat mencoba, semoga semoga perut anda tak buncit lagi, tips ini tidak berlaku bagi wanita hamil dan anak cacingan hehehe
on 10 comments

Cara memprotect CD dan DVD

Teman -temen mungkin sering mendengar dan mencoba sendiri ketika main game atau software dalam bentuk CD atau DVD ternyata tidak bisa di copy dalam Hardisk atau diCopy kembali dalam bentuk CD dan DVD, karena cd atau DVD tersebut di Proteksi oleh pembuatnya, banyak software penyedia untuk membobol atau mengcopy ulang 1:1 dengan kata lain mengcopy CD dan DVD hampir sama dengan aslinya, seperti Clone CD, Alcohol 100%. Blind Write Dll, saya yakin temen-temen pasti mencobanya software tersebut, nah kali ini saya akan memberikan Tutorial yang agak berbeda, yaitu bagaimana Memprotect CD dan DVD anda agar software seperti seperti Clone CD, Alcohol 100%. Blind Write Dll tidak bisa mengcopynya....okeh kita mulai tutorial ini

Bahan yang disiapin :

- WTM CD Protect
- UltraISO
- GoldenHawk CDRWIN

http://rapid*share.com/files/57060854/WTM.CD.Protect.v1.98.5.rar
http://rapid*share.com/files/96703338/cdr40g-u.rar
http://rapid*share.com/files/118095581/UIP9.2.0.2536.rar

1. Jalankan WTM CD Protect



2. Pilih Option, kita akan membuat "error files" yang nantinya akan dicopy ke CD, error files yang kita gunakan misalnya Image.imp Pilih file tsb dan klik OK



3. Pilih Add errors, centang Anti-RAW



4. Klik Hanging error image .... dan pilih Image.imp



5. Ntar keluar pesan seperti ini



6. Error files akan berext *.cry .... file ini yang akan kita simpen ke CD



7. Rename file tsb sekiranya tidak mencurigakan, contoh sederhana gw rename jadi file *.bmp



use your imagination lah... yang penting orang ga bakalan curiga nih file apaan...

8. Jalankan UltraISO, sebagai contoh gw pingin protect ISO Mikrotik... gw buka ISO nya pake ultraISO dan gw add image.bmp (error files) tadi



9. Set file propertiesnya jadi hidden... advanced hidden deh...



10 Save ISO tadi dengan format CUE/BIN



11. Load image CUE/BIN tadi di WTM



12. Klik Protect



13. Jadi deh.....



14. Burning, kenapa harus pake CDRWIN? karena CDRWIN bisa burning RAW mode... jadi set burning imagenya seperti ini





Testing.... coba kita copy pake nero... (CD Copy)



Coba copy via explorer..



Selamat... anda sudah bisa bikin CD Protect...

Notes :
- biar ga buang2 CD ngecek berhasil ato engga... mount aja imagenya pake daemon tools
- untuk memaksimalkan kinerja, sebar error files ke beberapa tempat/folder dengan nama yang beda
- proteksi cara ini mungkin masih belum sempurna, tidak ada salahnya kalo anda coba copy image yang udah diproteksi pake cloneCD/alcohol120%/dll bisa dicopy ga..
for educational only, jangan sampe kejebak ama proteksi anda sendiri

Rabu, 03 Juni 2009

on 5 comments

Email Surat Pembaca Prita Mulyasari yang mengantarkannya ke Tahanan!

Jangan sampai kejadian saya ini akan menimpa ke nyawa manusia lainnya. Terutama anak-anak, lansia, dan bayi. Bila anda berobat berhati-hatilah dengan kemewahan rumah sakit (RS) dan title international karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat, dan suntikan.

Saya tidak mengatakan semua RS international seperti ini tapi saya mengalami kejadian ini di RS Omni International. Tepatnya tanggal 7 Agustus 2008 jam 20.30 WIB. Saya dengan kondisi panas tinggi dan pusing kepala datang ke RS OMNI Internasional dengan percaya bahwa RS tersebut berstandard International, yang tentunya pasti mempunyai ahli kedokteran dan manajemen yang bagus.

Saya diminta ke UGD dan mulai diperiksa suhu badan saya dan hasilnya 39 derajat. Setelah itu dilakukan pemeriksaan darah dan hasilnya adalah thrombosit saya 27.000 dengan kondisi normalnya adalah 200.000. Saya diinformasikan dan ditangani oleh dr Indah (umum) dan dinyatakan saya wajib rawat inap. dr I melakukan pemeriksaan lab ulang dengan sample darah saya yang sama dan hasilnya dinyatakan masih sama yaitu thrombosit 27.000.

dr I menanyakan dokter specialist mana yang akan saya gunakan. Tapi, saya meminta referensi darinya karena saya sama sekali buta dengan RS ini. Lalu referensi dr I adalah dr H. dr H memeriksa kondisi saya dan saya menanyakan saya sakit apa dan dijelaskan bahwa ini sudah positif demam berdarah.

Mulai malam itu saya diinfus dan diberi suntikan tanpa penjelasan atau izin pasien atau keluarga pasien suntikan tersebut untuk apa. Keesokan pagi, dr H visit saya dan menginformasikan bahwa ada revisi hasil lab semalam. Bukan 27.000 tapi 181.000 (hasil lab bisa dilakukan revisi?). Saya kaget tapi dr H terus memberikan instruksi ke suster perawat supaya diberikan berbagai macam suntikan yang saya tidak tahu dan tanpa izin pasien atau keluarga pasien.

Saya tanya kembali jadi saya sakit apa sebenarnya dan tetap masih sama dengan jawaban semalam bahwa saya kena demam berdarah. Saya sangat khawatir karena di rumah saya memiliki 2 anak yang masih batita. Jadi saya lebih memilih berpikir positif tentang RS dan dokter ini supaya saya cepat sembuh dan saya percaya saya ditangani oleh dokter profesional standard Internatonal.

Mulai Jumat terebut saya diberikan berbagai macam suntikan yang setiap suntik tidak ada keterangan apa pun dari suster perawat, dan setiap saya meminta keterangan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Lebih terkesan suster hanya menjalankan perintah dokter dan pasien harus menerimanya. Satu boks lemari pasien penuh dengan infus dan suntikan disertai banyak ampul.

Tangan kiri saya mulai membengkak. Saya minta dihentikan infus dan suntikan dan minta ketemu dengan dr H. Namun, dokter tidak datang sampai saya dipindahkan ke ruangan. Lama kelamaan suhu badan saya makin naik kembali ke 39 derajat dan datang dokter pengganti yang saya juga tidak tahu dokter apa. Setelah dicek dokter tersebut hanya mengatakan akan menunggu dr H saja.

Esoknya dr H datang sore hari dengan hanya menjelaskan ke suster untuk memberikan obat berupa suntikan lagi. Saya tanyakan ke dokter tersebut saya sakit apa sebenarnya dan dijelaskan saya kena virus udara. Saya tanyakan berarti bukan kena demam berdarah. Tapi, dr H tetap menjelaskan bahwa demam berdarah tetap virus udara. Saya dipasangkan kembali infus sebelah kanan dan kembali diberikan suntikan yang sakit sekali.

Malamnya saya diberikan suntikan 2 ampul sekaligus dan saya terserang sesak napas selama 15 menit dan diberikan oxygen. Dokter jaga datang namun hanya berkata menunggu dr H saja.

Jadi malam itu saya masih dalam kondisi infus. Padahal tangan kanan saya pun mengalami pembengkakan seperti tangan kiri saya. Saya minta dengan paksa untuk diberhentikan infusnya dan menolak dilakukan suntikan dan obat-obatan.

Esoknya saya dan keluarga menuntut dr H untuk ketemu dengan kami. Namun, janji selalu diulur-ulur dan baru datang malam hari. Suami dan kakak-kakak saya menuntut penjelasan dr H mengenai sakit saya, suntikan, hasil lab awal yang 27.000 menjadi revisi 181.000 dan serangan sesak napas yang dalam riwayat hidup saya belum pernah terjadi. Kondisi saya makin parah dengan membengkaknya leher kiri dan mata kiri.

dr H tidak memberikan penjelasan dengan memuaskan. Dokter tersebut malah mulai memberikan instruksi ke suster untuk diberikan obat-obatan kembali dan menyuruh tidak digunakan infus kembali. Kami berdebat mengenai kondisi saya dan meminta dr H bertanggung jawab mengenai ini dari hasil lab yang pertama yang seharusnya saya bisa rawat jalan saja. dr H menyalahkan bagian lab dan tidak bisa memberikan keterangan yang memuaskan.

Keesokannya kondisi saya makin parah dengan leher kanan saya juga mulai membengkak dan panas kembali menjadi 39 derajat. Namun, saya tetap tidak mau dirawat di RS ini lagi dan mau pindah ke RS lain. Tapi, saya membutuhkan data medis yang lengkap dan lagi-lagi saya dipermainkan dengan diberikan data medis yang fiktif.

Dalam catatan medis diberikan keterangan bahwa bab (buang air besar) saya lancar padahal itu kesulitan saya semenjak dirawat di RS ini tapi tidak ada follow up-nya sama sekali. Lalu hasil lab yang diberikan adalah hasil thrombosit saya yang 181.000 bukan 27.000.

Saya ngotot untuk diberikan data medis hasil lab 27.000 namun sangat dikagetkan bahwa hasil lab 27.000 tersebut tidak dicetak dan yang tercetak adalah 181.000. Kepala lab saat itu adalah dr M dan setelah saya komplain dan marah-marah dokter tersebut mengatakan bahwa catatan hasil lab 27.000 tersebut ada di Manajemen Omni. Maka saya desak untuk bertemu langsung dengan Manajemen yang memegang hasil lab tersebut.

Saya mengajukan komplain tertulis ke Manajemen Omni dan diterima oleh Og(Customer Service Coordinator) dan saya minta tanda terima. Dalam tanda terima tersebut hanya ditulis saran bukan komplain. Saya benar-benar dipermainkan oleh Manajemen Omni dengan staff Og yang tidak ada service-nya sama sekali ke customer melainkan seperti mencemooh tindakan saya meminta tanda terima pengajuan komplain tertulis.

Dalam kondisi sakit saya dan suami saya ketemu dengan Manajemen. Atas nama Og (Customer Service Coordinator) dan dr G (Customer Service Manager) dan diminta memberikan keterangan kembali mengenai kejadian yang terjadi dengan saya.

Saya benar-benar habis kesabaran dan saya hanya meminta surat pernyataan dari lab RS ini mengenai hasil lab awal saya adalah 27.000 bukan 181.000. Makanya saya diwajibkan masuk ke RS ini padahal dengan kondisi thrombosit 181.000 saya masih bisa rawat jalan.

Tanggapan dr G yang katanya adalah penanggung jawab masalah komplain saya ini tidak profesional sama sekali. Tidak menanggapi komplain dengan baik. Dia mengelak bahwa lab telah memberikan hasil lab 27.000 sesuai dr M informasikan ke saya. Saya minta duduk bareng antara lab, Manajemen, dan dr H. Namun, tidak bisa dilakukan dengan alasan akan dirundingkan ke atas (Manajemen) dan berjanji akan memberikan surat tersebut jam 4 sore.

Setelah itu saya ke RS lain dan masuk ke perawatan dalam kondisi saya dimasukkan dalam ruangan isolasi karena virus saya ini menular. Menurut analisa ini adalah sakitnya anak-anak yaitu sakit gondongan namun sudah parah karena sudah membengkak. Kalau kena orang dewasa laki-laki bisa terjadi impoten dan perempuan ke pankreas dan kista.

Saya lemas mendengarnya dan benar-benar marah dengan RS Omni yang telah membohongi saya dengan analisa sakit demam berdarah dan sudah diberikan suntikan macam-macam dengan dosis tinggi sehingga mengalami sesak napas. Saya tanyakan mengenai suntikan tersebut ke RS yang baru ini dan memang saya tidak kuat dengan suntikan dosis tinggi sehingga terjadi sesak napas.

Suami saya datang kembali ke RS Omni menagih surat hasil lab 27.000 tersebut namun malah dihadapkan ke perundingan yang tidak jelas dan meminta diberikan waktu besok pagi datang langsung ke rumah saya. Keesokan paginya saya tunggu kabar orang rumah sampai jam 12 siang belum ada orang yang datang dari Omni memberikan surat tersebut.

Saya telepon dr G sebagai penanggung jawab kompain dan diberikan keterangan bahwa kurirnya baru mau jalan ke rumah saya. Namun, sampai jam 4 sore saya tunggu dan ternyata belum ada juga yang datang ke rumah saya. Kembali saya telepon dr G dan dia mengatakan bahwa sudah dikirim dan ada tanda terima atas nama Rukiah.

Ini benar-benar kebohongan RS yang keterlaluan sekali. Di rumah saya tidak ada nama Rukiah. Saya minta disebutkan alamat jelas saya dan mencari datanya sulit sekali dan membutuhkan waktu yang lama. LOgkanya dalam tanda terima tentunya ada alamat jelas surat tertujunya ke mana kan? Makanya saya sebut Manajemen Omni pembohon besar semua. Hati-hati dengan permainan mereka yang mempermainkan nyawa orang.

Terutama dr G dan Og, tidak ada sopan santun dan etika mengenai pelayanan customer, tidak sesuai dengan standard international yang RS ini cantum.

Saya bilang ke dr G, akan datang ke Omni untuk mengambil surat tersebut dan ketika suami saya datang ke Omni hanya dititipkan ke resepsionis saja dan pas dibaca isi suratnya sungguh membuat sakit hati kami.

Pihak manajemen hanya menyebutkan mohon maaf atas ketidaknyamanan kami dan tidak disebutkan mengenai kesalahan lab awal yang menyebutkan 27.000 dan dilakukan revisi 181.000 dan diberikan suntikan yang mengakibatkan kondisi kesehatan makin memburuk dari sebelum masuk ke RS Omni.

Kenapa saya dan suami saya ngotot dengan surat tersebut? Karena saya ingin tahu bahwa sebenarnya hasil lab 27.000 itu benar ada atau fiktif saja supaya RS Omni mendapatkan pasien rawat inap.

Dan setelah beberapa kali kami ditipu dengan janji maka sebenarnya adalah hasil lab saya 27.000 adalah fiktif dan yang sebenarnya saya tidak perlu rawat inap dan tidak perlu ada suntikan dan sesak napas dan kesehatan saya tidak makin parah karena bisa langsung tertangani dengan baik.

Saya dirugikan secara kesehatan. Mungkin dikarenakan biaya RS ini dengan asuransi makanya RS ini seenaknya mengambil limit asuransi saya semaksimal mungkin. Tapi, RS ini tidak memperdulikan efek dari keserakahan ini.

Sdr Og menyarankan saya bertemu dengan direktur operasional RS Omni (dr B). Namun, saya dan suami saya sudah terlalu lelah mengikuti permainan kebohongan mereka dengan kondisi saya masih sakit dan dirawat di RS lain.

Syukur Alhamdulilah saya mulai membaik namun ada kondisi mata saya yang selaput atasnya robek dan terkena virus sehingga penglihatan saya tidak jelas dan apabila terkena sinar saya tidak tahan dan ini membutuhkan waktu yang cukup untuk menyembuhkan.

Setiap kehidupan manusia pasti ada jalan hidup dan nasibnya masing-masing. Benar. Tapi, apabila nyawa manusia dipermainkan oleh sebuah RS yang dipercaya untuk menyembuhkan malah mempermainkan sungguh mengecewakan.

Semoga Allah memberikan hati nurani ke Manajemen dan dokter RS Omni supaya diingatkan kembali bahwa mereka juga punya keluarga, anak, orang tua yang tentunya suatu saat juga sakit dan membutuhkan medis. Mudah-mudahan tidak terjadi seperti yang saya alami di RS Omni ini.

Saya sangat mengharapkan mudah-mudahan salah satu pembaca adalah karyawan atau dokter atau Manajemen RS Omni. Tolong sampaikan ke dr G, dr H, dr M, dan Og bahwa jangan sampai pekerjaan mulia kalian sia-sia hanya demi perusahaan Anda. Saya informasikan juga dr H praktek di RSCM juga. Saya tidak mengatakan RSCM buruk tapi lebih hati-hati dengan perawatan medis dari dokter ini.

Salam,
Prita Mulyasari
Alam Sutera
prita.mulyasari@yahoo.com
081513100600

Senin, 01 Juni 2009

on 1 comment

Larangan minum obat Antibiotik campur Susu- Benarkah???

Saya sering dilarang oleh orang tua karena seringnya minum susu setelah beberapa menit minum obat, obatnya pun bermacam-macam tergantung sakitnya pada saat itu, larangan orang tua saya bukan semata-mata tidak berlandaskan, justru dianjurkan oleh dokter ( alasan orang tua saya) akhirnya saya tanya temen saya kebetulan Dokter spesialis bedah, ternyata berbeda dengan anjuran orang tua saya, justu dokter temen saya ini bilang " Boleh kok "Jahhh.. tambah bingung aja nihh, mana yang bener...maklum lah beda dokter beda pendapat beda kampus mungkin beda pelajarannya kali yahh...sama kaya MUI suka memberikan suatu Fatwa tanpa penjelasan haram atau halalnya, dari pada bingung kita tanya yang lain, tapi yang ini bukan temen melainkan paman... Yup bener sekali PAMAN GOOGLE, dari beberapa sumber menyatakan Tidak semuanya benar pernyataan Larangan minum obat Antibiotik campur Susu, jadi tergantung dari jenis obatnya berikut petikannya " Hanya sebanyak 15% dari antibiotik oral (pil) yang akan bermasalah jika di minum bersama dengan susu. Termasuk di antaranya ialah Tetrazykline (seperti Doxycyclin dan Minocyclin) dan beberapa Fluorchinolone (terutama Ciprofloxacin dan Norfloxacin). Antibiotik jenis ini akan membentuk semacam gumpalan bundar apabila bercampur dengan kalsium ion yang terdapat dalam susu. Ukuran gumpalan ini akan telalu besar untuk melewati dinding usus.


Dinding usus
Akibatnya antibiotik bukannya masuk ke dalam peredaran darah, tetapi akan dicerna oleh usus, sehingga efek pengobatannya menjadi tidak ada!!!

Untuk menghindari efek tersebut, mengkonsumsi susu dapat dilakukan sekurangnya 2 jam sesudah meminum obat.
Kebanyakan antibiotika yang umumnya digunakan untuk mengobati infeksi pada saluran pernafaan dan pada saluran air seni tidak bermasalah jika diminum dengan susu.

Karena sulitnya bagi orang biasa ( bukan dokter) untuk membedakan antibiotik mana yang bermasalah mana yang tidak bila diminum dengan susu, untuk menghindari efek tersebut maka keluarlah "larangan" semacam ini !

Bagaimana dengan jus, kopi atau teh?

Sama dengan susu, jus, kopi dan teh masing-masing mengandung zat-zat seperti vitamin C, kafein dan tannin yang mungkin saja bereaksi dengan obat yang kita minum. Sementara itu, air putih netral, tidak mengandung apa-apa yang bisa bereaksi dengan obat.

Air putih akan melarutkan obat dalam lambung sehingga lebih mudah diserap. Lebih baik lagi kalau airnya hangat, proses pelarutan akan lebih cepat. Obat yang ditelan begitu saja tanpa air putih bisa menempel di suatu tempat tertentu di lambung dan menyebabkan iritasi lambung juga. Oleh karena itu, lebih baik obat diminum bersama air putih. Minuman lain seperti kopi, sebaiknya diminum satu jam setelahnya, ketika sudah tidak ada lagi sisa obat di lambung.
Oleh Silvia Iskanda mmm..skng udah tau kan ??? bagaimana menurut anda ?
on Leave a Comment

Pemilihan Capres Bisa Lewat Facebook

Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Beijing memanfaatkan internet untuk menjaring calon pemilih pada pemilu pemilihan calon presiden dan wakil presiden di China. Selain menggunakan e-mail dan layanan pesan singkat (SMS), panitia juga menggunakan facebook untuk mengundang masyarakat Indonesia di China yang ingin masuk dalam daftar pemilih sementara (DPS).

"Kami juga memanfaatkan facebook dalam mengumumkan pendaftaran DPS kepada masyarakat Indonesia usia pemilih yang ingin ikut pilpres dan cawapres," kata Ketua PPLN Beijing Krishna Adi Poetranto di Beijing Masyarakat Indonesia yang menetap di China dan namanya belum masuk DPS juga bisa segera mendaftarkan ke email ppdp@pplnbeijing.org Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya atau datang langsung ke PPLN Beijing yang berkantor di KBRI Beijing.

PPLN Beijing, katanya, sampai 23 Mei 2009 masih membuka pendaftaran tahap kedua kepada masyarakat Indonesia yang namanya belum masuk dalam DPS untuk bisa masuk dalam DPS melalui e-mail.

"Kesempatan itu dilakukan untuk mengakomodasi masyarakat Indonesia yang ada di China yang belum terdaftar dalam DPS untuk masuk dalam DPS sehingga mereka nanti bisa melakukan pilpres," kata Krishna.

Dipergunakannya facebook dalam mengumumkan pendaftaran DPS dilakukan mengingat sebagian besar masyarakat Indonesia yang ada di China adalah mahasiswa. Umumnya masing-masing sudah memiliki fasilitas internet.

Meski demikian, PPLN Beijing tetap memanfaatkan cara-cara konvensional untuk menjaring pemilih lain yang belum mendapat akses internet. Pihaknya telah mengeluarkan pengumuman kepada masyarakat Indonesia yang namanya masuk dalam DPS agar mereka mau menginformasikan batas akhir pendaftaran DPS hingga 23 Mei kepada masyarakat Indonesia lain yang mungkin masih ada yang belum masuk dalam DPS.

"Kami berharap agar informasi pendaftaran dari mulut ke mulut akan lebih berjalan efektif dibanding informasi yang kita sampaikan melalui e-mail atau internet," katanya.

Sesuai ketentuan Kelompok Kerja (Pokja) Pemilihan Luar Negeri (PLN), tanggal 25 Mei adalah batas akhir penyerahan atau penetapan DPT oleh PPLN, sementara pada 28 Mei adalah pengumuman DPT secara nasional. PPLN Beijing bertanggung jawab atas penyelenggaraan pemilu di China, kecuali untuk wilayah Hong Kong dan Makao yang dilakukan oleh PPLN Hong Kong, dan empat wilayah kerja KJRI Guangzhou, yaitu provinsi Guangdong, Fujian, Hainan, dan Guang Xi yang dilakukan KJRI Guangzhou. Mmm..kapan yahh kira-kira indonesia bisa seperti ini, yang udah pasti -pasti pake contreng hasil DPT aja masih ribut apalagi pake Facebook yah hehehe...
on Leave a Comment

Main gitar lebih mudah

Apakah anda gemar bermain gitar? Apakah anda mengetahui chord lagu-lagu terbaru saat ini? Inilah software yang anda butuhkan. Ya, Chord Pickout 1.5. Apakah kegunaan software ini? Ada ratusan lagu baru yang dihasilkan setiap bulannya. Kadang-kadang chord lagu terbaru sangat sulit untuk ditemukan.

Mungkin sekitar setahun kemudian atau ketika lagu tersebut populer, barulah chordnya sangat mudah ditemukan. Di sinilah Chord Pickout dapat membantu. Menurut di situs resminya, program ini menggunakan kecerdasan buatan yang dapat menebak chords dari file media (mp3 atau wav). Proses ini sepenuhnya otomatis. Intinya, Chord Pickout adalah sebuah software yang dapat menampilkan chord lagu berformat mp3 secara cepat dan mudah.

Menurut di situs resminya, Yang terbaik dari Chord Pickout adalah kemampuannya yang luar biasa dalam menebak chord lagu diluar batas pemikiran user. Dengan sedikit pengetahuan musik dan program ini, anda dapat dengan mudah mengetahui memainkan musik setiap lagu.

Cara penggunaannya sangalah mudah. Kita tinggal membuka file audio menggunakan Chord Pickout kemudian secara otomatismenampilkan chord lagunya. Tekan tombol ‘Play’ Jika ingin memutar lagunya sekaligus menampilkan chornya secara berurutan. Download Chord Pickout disini

on Leave a Comment

Memblokir teman di Facebook

Jika Anda memblokir seseorang, mereka tidak akan dapat menemukan Anda di pencarian Facebook, melihat profil Anda, atau berinteraksi dengan Anda melalui jalur Facebook (seperti kiriman Dinding, Colekan, dll). Segala hubungan yang Anda miliki dengan orang tersebut akan diputus (misalnya pertemanan, status hubungan, dll.). Harap perhatikan bahwa memblokir seseorang tidak dapat mencegah komunikasi dan interaksi lain melalui aplikasi pihak ketiga, dan tidak berpengaruh di tempat lain di Internet.


Btw, jika anda tetap ingin menempuh cara ini. Silahkan ikuti langkah2 berikut:
  1. Pengaturan, Pengaturan Privasi, akan tampil seperti gambar berikut ini:
    cara memblokir teman di facebook

    cara memblokir teman di facebook

  2. Tulis nama orang yang akan anda blokir dari facebook anda, lihat pada gambar diatas ditandai warna merah.
    Klik pada Blokir Orang

    Klik pada Blokir Orang

    Jika sudah selesai, hasilnya akan muncul daftar orang yang anda blokir dan dikemudian hari anda juga bisa menghilangkan/menghapus tanda blokir ini sehingga anda bisa kembali berinteraksi dengan orang tersebut.